Nobel Matematika Cinta

Nobel Atas Matematika Cinta

Matematika Cinta adalah mencari solusi atas masalah cinta yang selalu tidak pernah ada habisnya dibicarakan baik anak muda maupun mereka yang dewasa. Begitu pula bagi yang sudah berumah tangga. Pertama kali bertemu bisa berbunga-bunga tapi bisa beda lagi kalau hubungan pacaran atau rumah tangga berjalan beberapa tahun kemudian. Sepertinya untuk masalah yang satu ini tidak ada rumusannya. Tapi kenyataannya ada Matematik Cinta yang ditemukan oleh peneliti di bawah ini.

Pada tahun 2012 Lloyd Shapley dan Alvin Roth menerima Hadiah Nobel atas karyanya mengenai teori alokasi stabil dan penerapannya dalam perancangan pasar (“the theory of stable allocations and the practice of market design”). Cikal bakal teori ini pada awalnya dimulai Lloyd Shapley dengan David Gale yang tertuang dalam paper mereka tahun 1962 yang berjudul “College admissions and the stability of marriage”. Masalah penerimaan mahasiswa baru dan kestabilan pernikahan adalah dua hal yang sama di mata mereka. Banyak mahasiswa yang drop out setelah merasa pilihan bidang studinya salah. Begitu juga suami atau istri banyak terjadi perceraian setelah nikah karena ada ketidakcocokan. Sesuatu yang diawal dianggap sesuai kenyataannya setelah berjalan berbeda. Ada matching problem.

Teori Kesesuaian (Matching Theory)

Gale dan Shapley mengambil contoh pernikahan sebagai ilustrasi Teori Kesesuaian yang mereka dalami. Apabila ada 10 laki-laki dan 10 wanita yang mau disesuaikan sedangkan masing-masing memiliki kesukaan berbeda. Tantangan utamanya adalah bagaimana merancang mekanisme sederhana yang akan mengarah pada pemasangan kesesuaian yang stabil. Stabil maksudnya tidak ada satupun pasangan dirugikan yang berujung pada perceraian dan membentuk pasangan baru.

Gale dan Shapley membuat algoritme sebagai rumusan sederhana yang menghasilkan kesesuaian yang stabil.  Rumusannya dapat dilakukan dengan dua cara apakah laki-laki yang ‘melamar’ wanita atau sebaliknya. Misalnya laki-laki yang ‘melamar’ wanita mana yang dia sukai berdasarkan kriteria mereka masing-masing. Masing-masing wanita akan melihat siapa yang melamarnya dan menyimpan pilihan pertama yang paling disukainya. Laki-laki yang ditolak kemudian menentukan pilihan kedua mereka, begitu seterusnya hingga tidak ada lagi laki-laki yang menentukan pilihannya. Apabila semua wanita sudah mendapatkan pilihan laki-lakinya, maka proses berhenti. Gale dan Shapley membuktikan rumusan ini menghasilkan kesesuaian yang stabil dengan syarat set up awal sangat menentukan kesesuaian ini. Dalam hal masalah pernikahan ternyata kesesuaian stabil terjadi apabila wanita yang memilih dan laki-laki yang menentukan. Unik bukan matematika cinta yang diciptakan oleh mereka ?

Algoritme yang dibuat Gale dan Shapley diuji dalam kasus yang berbeda misalnya dalam pemilihan mahasiswa dengan universitas, dokter dengan rumah sakit, pasien ginjal dengan pendonor ginjal dan lain-lain.

Algoritme matematika cinta ini dipakai juga pada berbagai situs dating online lho. Jangan apriori dulu, ada beberapa riset yang mengatakan bahwa saat ini sudah 30% pernikahan diawali secara online dan mereka yang bertemu secara online cenderung lebih bahagia dan memiliki hubungan pernikahan yang lebih lama. Begitu kata Marcus du Sautoy dalam film dokumenter “The secret rules of Modern Living : Algorithms”. Pengen juga cari risetnya, kalau ketemu akan kami ulas di lain kesempatan.

sumber :

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *