Nah Ini Dia, Helm Tanpa Penutup Kepala

Nah, Ini Dia, Helm Tanpa Penutup Kepala

Seringkali inovasi yang muncul kita temui mendobrak paradigma yang sudah ada saat ini. Kalau bicara mengenai helm, selalu yang terbayang di pikiran kita, pelindung kepala yang terbuat dari material ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene), material plastik yang juga digunakan pada fender depan belakang sepeda motor kita, dan ada lapisan busa empuk di dalamnya. Di bagian muka, ada material plastik khusus tembus pandang, tahan gores, melindungi mata tetapi tidak mengganggu pandangan ke depan. Yah itulah helm yang tertanam dalam memori di otak kita. Atau setidaknya pada helm sepeda, ada penutup kepalanya.

Helm saat ini memang tidak nyaman dalam segala kondisi terutama bagi cewek, karena tentu membuat rambut harus dirapikan kembali. Nah kalau pergi ke resepsi pernikahan, semua tentu pernah melihat bagaimana repotnya ibu-ibu harus memakai helm, dan kemudian setelah tiba bergegas merapikan kembali rambutnya. Seringkali juga terjadi si ibu mengambil resiko keselamatan dirinya tanpa menggunakan helm agar rambut tetap rapi. Berabe khan.

gadis dengan helm tanpa kepala
gadis dengan helm tanpa kepala

Coba perhatikan gambar gadis ini tetap tampil dengan stylish dengan sepedanya. Sekilas tidak nampak sama sekali ada helm yang digunakan, tapi kalau dilihat lebih seksama, syal yang dipakai itulah helmnya. Kok bisa ?

helm seperti syal
helm seperti syal

Apa yang nampak seperti syal sebenarnya adalah inflatable helmet, helm yang dapat mengembang sendiri untuk melindungi kepala pengendara apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Helm ini tidak nampak sama sekali seperti helm, sekilas seperti syal atau strap yang dikalungkan pada pinggang seseorang. Bedanya ini dikalungkan pada leher.

helm yang mengembang sendiri
helm yang mengembang sendiri

Apabila pengendara mengalami benturan, helm ini akan “mengembang” sendiri, persis seperti fungsi airbag pada mobil.

Hövding adalah syal yang dipasang menutupi leher seseorang ketika berkendara khususnya bersepeda. “Syal” ini di dalamnya berisi airbag yang dilipat sedemikian rupa sehingga apabila ada benturan baru airbag mengembang. Airbag apabila mengembang akan berbentuk seperti kerudung yang mengelilingi dan melindungi kepala pengendara. Pemicu berkembangnya air bag ini adalah sensor yang membaca adanya gerakan yang abnormal si pengendara saat berkendara.

Uniknya “syal” ini bagian luarnya bisa diganti-ganti mengikuti keserasian dengan pakaian pengguna.

Apabila digunakan, sensor yang berbentuk kotak hitam secara kontinyu memonitor pergerakan pengendara, dan “syal” ini mengeluarkan air bag apabila situasi anomali terjadi. Kotak hitam sensor ini bisa dicharge melalui usb.

sumber : http://www.hovding.com

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *