Petir : Antara Mitos dan Sains (1)

Petir : Antar Mitos dan Sains

Musim penghujan seperti saat ini sering kita temui petir dengan suara menggelegar. Ada yang suka melihat cahaya yang menyambar kesana kemari, ada juga yang takut dengan suara menggelegarnya sampai menutup telinga. Bagaiman petir bisa terjadi ?

Mitos Kuno Mengenai Petir

Banyak mitos yang hadir di seputaran petir. Jaman dahulu munculnya petir dianggap murkanya dewa. Dalam mitologi Yunani, petir diciptakan oleh Cyclops, raksasa bermata satu, dan digunakan sebagai senjata oleh Zeus, bapak dari segala dewa. Adalah Pegasus, si kuda terbang kesayangan Zeus sebagai pembawa petirnya.

Mitos Petir

Menyeruak Misteri Petir, gambar Cyclops dan Petir

Dalam mitologi Romawi,  Jupiter ditakuti akan senjata petirnya dan Vulcanlah yang menyiapkan petir bagi Jupiter. Vulcan menyiapkan 2 jenis petir : yang pertama akurat dan mematikan, dan yang kedua bisa meledak sebelum menghantam targetnya. Dua duanya merupakan senjata yang menakutkan.

Lain lagi dalam mitologi Skandinavia, petir merupakan senjata Thor. Mjollnir, adalah palu bumerang yang sebelum dilemparkan mengeluarkan petir di tangan Thor. Senjata pamungkas yang mengerikan dan setelah menghantam musuhnya, palu tersebut akan kembali ke tangan Thor.

Thor dan Petir
Menyeruak Misteri Petir, gambar Thor dan Petir

Dalam mitologi Hindu dikenal Indra, dewa petir. Suku Indian, penduduk asli Amerika percaya bahwa petir dan guntur berasal dari thunderbird, Suara guntur terjadi setiap thunderbird mengepakkan sayapnya dan petir telihat keluar dari matanya.

Bangsa Yunani dan Romawi sangat menghormati petir, apabila ada suatu lokasi yang terkena petir, maka lokasi itu dianggap lokasi yang suci dan mereka bangun kuil di tempat tersebut. Selain percaya bahwa petir ada hubungan dengan dewa-dewa yang mereka puja, menariknya mereka mencari cara menghindari terkena murkanya dewa ini. Raja Tiberius mengenakan daun salam yang dianyam melingkari lehernya atau kepalanya untuk menghindari terkena petir. Apabila kamu google “laurel wreath” akan terlihat budaya pemakaian anyaman daun salam ini terus berlanjut dipakai oleh raja-raja berikutnya. Bangsa Eropa dulu juga menyimpan bongkahan pohon ek dibawah tempat tidur juga untuk menghindari petir.

Sangat menarik melihat peradaban awal merespon terhadap petir. Herodotus mengingatkan bahwa dewa akan menggunakan petirnya apabila ada bangunan yang terlalu tinggi. Genghis Khan melarang rakyatnya mandi di alam terbuka disaat ada petir.

sumber : An Introduction to lightning.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *