Menjadikan Kota Lebih Smart (2)

Menurut laporan dari PBB pada tahun 2030, 70% dari populasi dunia akan terkonsentrasi di kota. Ini akan membawa dampak drastis bagi kehidupan mereka yang hidup di kota.

Urban Growth

Gambar estimasi pertumbuhan per jam kota-kota besar di dunia (sumber : UN World Urbanisation Prospects 2014/LSE Cities)

Jakarta diestimasi bertambah 27 orang setiap jamnya. Menarik juga data estimasi ini, karena berdasarkan data Bappeda pertumbuhan penduduk Jakarta berkisar 1% dalam setahunnya atau apabila menggunakan angka perbandingan jumlah penduduk tahun 2014 dan 2013, per jamnya bertumbuh (netto) berkisar 12 orang. Bisa berarti sisanya adalah pendatang / pencari nafkah non penduduk jakarta. Masalah pertambahan pertumbuhan kota memang melibatkan gabungan angka kelahiran dan migrasi. Kalau dihitung lagi dengan angka kematian penduduk, maka angka pertumbuhan akan lebih banyak lagi berada di porsi migrasi.

Daya tarik kota besar seperti Jakarta dan kota-kota besar dunia memang sangat kuat. Indonesia menurut data dari World Bank (2011-2015) memiliki tingkat densitas penduduk 140 orang / m2. Suatu angka yang rendah dengan luasnya tanah Indonesia. Tapi data tahun 2010 menurut City Mayor, Jakarta memiliki tingkat densitas 10.000 orang / m2. Suatu perbandingan yang sangat jauh. Jadi upaya pak Jokowi untuk menggenjot pembangunan infratruktur, termasuk jalan, pelabuhan, lapanga  udara dan lain-lain memang untuk mengejar sesuatu yang harusnya sejak dulu difokuskan. Kita bersyukur memiliki presiden yang cerdas dan cepat bertindak seperti pak Jokowi. Logika sederhananya siapa yang mau hijrah ke daerah kalau apa-apa semua mahal, pebisnispun gak bakalan mau. Gak mungkin akan berkembang kota baru kalau infrastrukturnya tidak dibenahi.

Pertumbuhan kepadatan penduduk di kota-kota besar harus benar-benar diantisipasi. Kita mungkin pernah membaca mengenai Cage Home atau Bedsized Apartment di Hongkong. Dengan lahan yang terbatas dan tentunya nilainya semakin mahal, maka apartemen adalah solusinya. Apartemen juga memiliki keterbatasan, yang sudah dibangun nggak mudah akan ditambah lagi tingginya, akhirnya harga apartemenpun juga mahal. Hukum supply dan demand, yang tersisih akhirnya adalah mereka yang berpendidikan rendah, dan ketrampilan minim, akhirnya hanya mampu menyewa apartemen yang berukuran kecil. Ruangannya hanya cukup untuk satu tempat tidur.

Menjadikan Kota Lebih SmartimageCage Home

Cage Home adalah salah satu contoh yang sempat terliput media, ada pasti Cage Home lain di negara manapun yang menghadapi problematika yang sama.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *