Makan Makanan Pedas Berbahayakah ?

Makan Makanan Pedas Berbahayakah ?

Seringkali melihat saudara, pacar, teman hidup, kerabat kerja yang doyan makan makanan pedas benar-benar menakutkan. Istri saya juga begitu, kuah bakso seperti kena reklamasi sambal sehingga menjadi berwarna gelap kemerah-merahan. Serem pokoknya, muncul juga kekhawatiran berbahayakah konsumsi cabai atau sambal secara berlebihan ? Segala sesuatu yang berlebihan biasanya membahayakan bukan ?

Tidak banyak penelitian mengenai pengaruh makanan pedas kepada kesehatan kita. Secara umum makanan pedas yang dikonsumsi adalah stimulan yakni merangsang sirkulasi dan menaikkan suhu tubuh. Khusus bagi yang tinggal di daerah yang beriklim tropis, naiknya suhu tubuh ini memperkecil perbedaan dengan suhu di sekitarnya. Suhu tubuh yang naik membuat kamu mengeluarkan keringat, dan sebagai hasilnya kamu menjadi merasa lebih sejuk. Tidak percaya, coba kamu makan bakso dan kasih sambal yang banyak, makan sambil bercucuran keringat, rasakan apakah rasa panas sebelumnya dengan yang kamu rasakan setelah berkeringat.

Memakan makanan yang pedas menimbulkan rasa seperti terbakar pada kulit dan membran mukosa, termasuk juga bagian dalam mulut. Ada jenis cabai tertentu yang memberikan efek pedas sehingga membuat bibir dan langit-langit mulut menjadi kemerahan. Kalau sudah sampai pada tahap ini, minum air dingin atau panas malah akan menyebarkan rasa pedas ke tempat lain. Banyak yang menganjurkan makanlah nasi atau roti yang bersifat meresap air.

Makanan pedas seringkali dihubungkan dengan gangguan pada saluran pencernaan seperti hiatal hernia, lambung dan sakit perut. Kalau kamu mengalami gangguan ini, umumnya dokter menganjurkan untuk menghindari makanan-makanan yang pedas.

Lain lagi pendapat dari Dr. Arnold Levy, seorang gastroenterologist di Washington dan wakil presiden dari “American Digestive Disease Society”. Dr. Levy mengatakan bahwa “Kafein dan Alkohol bersifat mengganggu pencernaan, Buah citrus bersifat asam dan dapat membuat iritasi pada esofagus bagian bahwa dan meningkatkan asam lambung; ┬ácoklat, mint, nikotin, alkohol dan makanan berlemak dapat membuat rilek otot antara esofagus dan perut, dan menyebabkan rasa terbakar pada perut (heatburn), tetapi tidak cukup data mengenai pengaruh makanan yang pedas.”

Dr. Levy menambahkan bahwa memang bagi yang menderita heatburn yang kronis akan lebih baik menghindari makanan yang pedas agar tidak menjadi parah, tapi menghindari makanan pedas tidak akan menghilangkan heatburn. Bagi yang menderita gangguan lambung, sangat penting menghindari makanan yang merangsang asam, tapi tidak ada cukup bukti bahwa memakan makanan yang pedas akan memperlambat penyembuhan gangguan lambung ini.

Dr. Levy juga mengakui ada beberapa orang yang mengalami heatburn atau kram perut secara intens ketika mereka mengkonsumsi makanan yang pedas. Dalam kasus ini, berarti makanan pedas adalah makanan yang harus mereka hindari.

Kesimpulannya, selama kamu makan makanan pedas dan ok ok saja, tidak perlu khawatir berlebihan dan hindari apabila sudah merasa mengganggu saluran pencernaan kamu.

sumber :

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *